Senin, 31 Agustus 2015

Telematika Dan Pemanfaatan Dalam Teknologi Informasi

Istilah telematika pertama kali digunakan pada tahun 1978 oleh Simon Nora dan Alain Minc dalam bukunya L’informatisation de la Societe. Istilah telematika yang berasal dari kata dalam bahasa Perancis telematique merupakan gabungan dua kata telekomunikasi dan informatika. 

Telematika merupakan teknologi komunikasi jarak jauh, yang menyampaikan informasi satu arah, maupun timbal balik, dengan sistem digital. Pengertian Telematika sendiri lebih mengacu kepada industri yang berhubungan dengan penggunakan komputer dalam sistem telekomunikasi. Yang termasuk dalam telematika ini adalah layanan dial up ke Internet maupun semua jenis jaringan yang didasarkan pada sistem telekomunikasi untuk mengirimkan data.

Internet sendiri merupakan salah satu contoh telematika. Istilah telematika merujuk pada hakekat cyberspace sebagai suatu sistem elektronik yang lahir dari perkembangan dan konvergensi telekomunikasi, media dan informatika. Istilah Teknologi Informasi itu sendiri merujuk pada perkembangan teknologi perangkat-perangkat pengolah informasi. Istilah Telematics juga dikenal sebagai (the new hybrid technology) yang lahir karena perkembangan teknologi digital. Perkembangan ini memicu perkembangan teknologi telekomunikasi dan informatika menjadi semakin terpadu atau populer dengan istilah konvergensi.

Pemanfaatan Telematika
  • Integrasi antara sistem telekomunikasi dan informatika yang dikenal sebagai Teknologi Komunikasi dan Informatika atau ICT (Information and Communications Technology). Secara lebih spesifik, ICT merupakan ilmu yang berkaitan dengan pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi dengan menggunakan peralatan telekomunikasi. 
  • Secara umum, istilah telematika dipakai juga untuk teknologi Sistem Navigasi/Penempatan Global atau GPS (Global Positioning System) sebagai bagian integral dari komputer dan teknologi komunikasi berpindah (mobile communication technology).
  • Secara lebih spesifik, istilah telematika dipakai untuk bidang kendaraan dan lalulintas (road vehicles dan vehicle telematics). Ragam Bentuk Telematika Ragam bentuk yang akan disajikan merupakan aplikasi yang sudah berkembang diberbagai bidang.  

Tren Perkembangan Telematika Dalam Teknologi Informasi

Seiring dengan semakin modernnya masyarakat perkotaan, tentu saja di barengi dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat. Pada dewasa ini sudah sangat jarang sekali di temukan orang yang tidak mengenal apa itu internet, pasti hampir semua orang tahu akan internet.  

Apalagi di Indonesia yang memiliki keadaan geografis yang di pecah belah menjadi beberapa kepulauan, telematika sangat erat kaitannya. Sehingga, teknologi informasi dan komunikasi seperti ini pun sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi. Teknologi perangkat portabel iPad, Skypad, lainnya juga salah satu elemen teknologi telekomunikasi yang terus berkembang.  

Teknologi pad-pad tersebut juga kian bersinergi dengan kekuatan teknologi antara lain wifi, GSM, dan lain sebagainya. Selain itu pula bermunculan perkembangan teknologi berupa modem broadband yang menggunakan signal dari selular yang semakin meluas juga semakin marak dikembangkan oleh para operator selular.  

Ada pun di industri Smartphone / Ponsel Pintar yang selalu membenamkan teknologi akses internet yang terbaru dan mumpuni, contohnya saja teknologi 4g atau LTE yang saat ini hanya tersedia di negara maju. Dengan demikian perkembangan dalam dunia teknologi yang baru-baru ini banyak menyita perhatian pengguna internet yaitu cloud computing yang sedang dikembangkan juga oleh perusahaan-perusahaan IT dan internet yang besar seperti Google dan Yahoo, serta layanan-layanan web-base yang semakin mempermudah konsumen dalam penggunaannya
Tren-tren Telematika dewasa ini lebih mengarah ke point-point berikut: 
  • Lebih Mobile
  • Lebih Broadband
  • Lebih Terdistribusi
  • Lebih Personal
  • Kapasitas Besar

Perkembangan Telematika Dan Kaitannya Dengan Komputer

          Perkembangan telematika sangat erat kaitannya dengan jaringan yang terhubung diawali pada tahun 1962, ketika Departemen Pertahanan Amerika Serikat melakukan riset penggunaan teknologi komputer untuk kepentingan pertahanan udara Amerika Serikat. Melalui lembaga risetnya yaitu Advanced Research Project Agency (ARPA) menguasai the New Information Processing Techniques Office (IPTO), yaitu suatu lembaga yang diberi tugas untuk melanjutkan riset penggunaan teknologi komputer di bidang pertahanan udara. Lalu Pada tahun 1969 Departement Pertahanan Amerika Serikat menemukan sebuah teknologi yang esensinya memadukan teknologi telekomunikasi dengan komputer yang dikenal dengaan nama ARPANet (Advanced Research Projects Agency Network) yaitu system jaringan melalui hubungan antar komputer di daerah-daerah vital dalam rangka mengatasi masalah jika terjadi serangan nuklir.

           Telematika banyak dimanfaatkan dalam berbagai bidang, salah satunya adalah bidang telekomunikasi yang berfokus pada pertukaran data yang menjadi kebutuhan konsumen mereka seperti telekomunikasi lewat telepon, saluran televisi, radio, media lainnya, dan juga sistem pelacakan navigasi secara realtime berbasis satelit yang disebut GPS (Global Positioning System). Pada penerapaannya, Telematika menggunakan suatu teknologi pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi melalui perangkat telekomunikasi dalam hubungannya dengan pengaruh pengendalian atau control pada objek jarak jauh. Pada bidang navigasi, telematika membutuhkan perangkat GPS sebagai perangkat pengiriman data, lalu data telematika diterima oleh layanan (vendor) seluler dan di teruskan ke pelangggan. Kemudian data telematika disimpan oleh pelanggan di device telekomunikasi seperti handphone, pda, dan smartphone. 

          Untuk di Indonesia sendiri, perkembangan telematika mengalami tiga periode berdasarkan fenomena yang terjadi di masyarakat. Pertama adalah periode rintisan yang berlangsung akhir tahun 1970-an sampai dengan akhir tahun 1980-an. Periode kedua disebut pengenalan, rentang waktunya adalah tahun 1990-an, dan yang terakhir adalah periode aplikasi. Periode ketiga ini dimulai tahun 2000. Bangsa Indonesia berusaha untuk tidak tertinggal dengan bangsa lain menyangkut telematika. Dengan dirintis oleh beberapa orang yang berdedikasi pada dunia akademisi, pengenalan dunia telematika mulai dilakukan seiring berkembangnya situasi politik dan ekonomi. Dukungan politik pemerintah dengan berbagai kebijakannya, lebih menggairahkan telematika di Indonesia, dan tentunya industri, serta pengaruh luar negeri mengambil peranan penting disamping ketertarikan masyarakat yang membutuhkannya. 

           Perkembangan telematika di Indonesia mengalami peningkatan, sejalan dengan inovasi teknologi yang terjadi. Prospek ke masa depan, telematika di Indonesia memiliki potensi yang tinggi, baik itu untuk kemajuan bangsa, maupun pemberdayaan sumber daya manusianya.Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa telematika merupakan teknologi komunikasi jarak jauh, yang menyampaikan informasi satu arah, maupun timbal balik, dengan sistem digital. Berikut merupakan contoh dari beberapa penerapan telematika dalam bidang komputer :

• E-mail (Electronic Mail). Dengan aplikasi sederhana seperti email maka seseorang yang berada di suatu tempat dapat tetap berkomunikasi dengan orang lain pada tempat lain. Selain itu, dengan email, orang dapat mengirimkan berbagai informasi yang cukup banyak, yang tidak mungkin dapat dilakukan dengan media komunikasi yang lain.


• E-commerce (Electronic commerce atauPerdagangan elektronik), adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. E-dagang dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.

• E-banking, adalah transaksi keuangan antara personal / perorangan dengan organisasi lainnya dan juga dengan bank yang berkaitan tanpa adanya uang fisik yang terlibat.

JENIS JENIS LAYANAN TELEMATIKA

1. Layanan Informatika di Bidang Informasi


          Pada hakikatnya, penggunaan telematika dan aliran informasi harus berjalan sinkron dan penggunaannya harus ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk pemberantasan kemiksinan dan kesenjangan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Selain itu, teknologi telematika juga harus diarahkan untuk menjembatani kesenjangan politik dan budaya serta meningkatkan keharmonisan di kalangan masyarakat. Salah satu fasilitas bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi yaitu melalui internet dan telefon. Ada baiknya bila fasilitas publik untuk mendapatkan informasi terus dikembangkan, seperti warnet dan wartel. Warung Telekomunikasi dan Warung Internet ini secara berkelanjutan memperluas jangkauan pelayanan telepon dan internet, baik di daerah kota maupun desa, bagi pelanggan yang tidak memiliki akses sendiri di tempat tinggal atau di tempat kerjanya. Oleh karena itu langkah-langkah lebih lanjut untuk mendorong pertumbuhan jangkauan dan kandungan informasi pelayanan publik, memperluas pelayanan kesehatan dan pendidikan, mengembangkan sentra-sentra pelayanan masyarakat perkotaan dan pedesaan, serta menyediakan layanan "e-commerce" bagi usaha kecil dan menengah, sangat diperlukan. Dengan demikian akan terbentuk Balai-balai Informasi. Untuk melayani lokasi-lokasi yang tidak terjangkau oleh masyarakat.

 

2. Layanan Keamanan


          Layanan keamanan merupakan layanan yang menyediakan keamanan informasi dan data. layanan terdiri dari enkripsi, penggunaan protocol, penentuan akses control dan auditin. Layanan keamanan memberikan fasilitas yang berfungsi untuk memantau dan memberikan informasi bila ada sesuatu yang berjalan atau beroperasi tidak seharusnya. dengan kata lain layanan ini sangat penting untuk menjaga agar suatu data dalam jaringan tidak mudah terhapus atau hilang. Kelebihan dari layanan ini adalah dapat mengurangi tingkat pencurian dan kejahatan.

 

contoh layanan keamanan yaitu:

a. navigation assistant

b. weather,stock information

c. entertainment and M-commerce.

d. penggunaan Firewall dan Antivirus

 

3. Layanan Context Aware dan Event-Based Context-awareness


          kemampuan layanan network untuk mengetahui berbagai konteks, yaitu kumpulan parameter yang relevan dari pengguna (user) dan penggunaan network itu, serta memberikan layanan yang sesuai dengan parameter-parameter itu. Beberapa konteks yang dapat digunakan antara lain lokasi user, data dasar user, berbagai preferensi user, jenis dan kemampuan terminal yang digunakan user. Tiga hal yang menjadi perhatian sistem context-aware menurut Albrecht Schmidt, yaitu:

 

a. The acquisition of context

          Hal ini berkaitan dengan pemilihan konteks dan bagaimana cara memperoleh konteks yang diinginkan, sebagai contoh : pemilihan konteks lokasi, dengan penggunaan suatu sensor lokasi tertentu (misalnya: GPS) untuk melihat situasi atau posisi suatu lokasi tersebut.


b. The abstraction and understanding of context

          Pemahaman terhadap bagaimana cara konteks yang dipilih berhubungan dengan kondisi nyata, bagaimana informasi yang dimiliki suatu konteks dapat membantu meningkatkan kinerja aplikasi, dan bagaimana tanggapan sistem dan cara kerja terhadap inputan dalam suatu konteks. 

 

c. Application behaviour based on the recognized context

          Terakhir, dua hal yang paling penting adalah bagaimana pengguna dapat memahami sistem dan tingkah lakunya yang sesuai dengan konteks yang dimilikinya serta bagaimana caranya memberikan kontrol penuh kepada pengguna terhadap sistem.

 

4. Layanan Perbaikan Sumber (Resource Discovery Service)

          layanan perbaikan sumber adalah layanan untuk penemuan layanan utilitas yang diperlukan. layanan ini juga berfungsi dalam pengindeksan lokasi layanan utilitas untuk mempercepat kecepatan penemuan.

Sabtu, 19 Juli 2014

ETIKA MENGGUNAKAN GADGET MOBILE

           Handphone sudah menjadi barang kebutuhan warga Indonesia, hampir semua orang memiliki handphone. Kadang tidak cukup satu, bisa saja satu orang punya dua atau tiga. Ditambah lagi kehadiran smartphone semakin memudahkan hidup kita.
Mudahnya akses komunikasi via handphone atau smartphone kadang membuat orang lupa diri. Mudahnya komunikasi justru bisa mengganggu kepentingan orang lain. Orang-orang di sekitar Anda (terutama di tempat umum) bisa kesal jika Anda tidak memiliki etika saat menggunakan handphone, smartphone atau iPad.


Ada beberapa etika yang harus di perhatikan saat kita menggunakan gadget yang kita miliki, beberapa etika tersebut antara lain:

*Memilih Ringtone
Ada jutaan ringtone yang bisa Anda pilih, mulai dari musik, lagu, bahkan ringtone berisik yang mengganggu. Sebisa mungkin pilih ringtone klasik, apalagi jika Anda ada di kawasan umum. Ringtone dengan suara keras atau nada yang mengganggu apalagi tidak sopan bisa membuat orang lain tidak nyaman dan menatap Anda dengan pandangan sinis.

*Melihat atau Membalas Pesan Tertulis
          Saat berbicara dengan orang lain, hindari melihat pesan yang masuk, melihat status teman atau membalas pesan. Hal ini tidak sopan dan Anda dianggap tidak menghormati orang yang sedang Anda ajak bicara. 
Terutama saat Anda meeting, wawancara kerja, sedang dilayani oleh pramusaji, kasir dan sebagainya. Jika Anda mendapat pesan tertulis (yang dirasa sangat penting) dan ingin membaca atau membalasnya, mintalah izin (setelah selesai membicarakan hal serius).


*Tidak Perlu Bersuara Keras Saat Menelepon
Saat Anda ada di ruang publik, akan lebih baik jika Anda berbicara dengan suara pelan saat berbincang melalui handphone. Sebisa mungkin lakukan pembicaraan singkat. Kalaupun Anda harus melakukan pembicaraan panjang, minta izin untuk meninggalkan meja makan, ruangan dan teman-teman Anda ke ruangan yang lebih sepi dan tidak banyak dilalui orang. PASTIKAN pembicaraan ini memang serius dan tidak dapat ditunda.

*Fokuslah Dengan Kendaraan Anda!
Jangan pernah menelepon saat Anda berkendara, termasuk mengetik SMS/BBM balasan, menulis status dan sebagainya. Fokuslah pada kendaraan Anda! Hal ini akan mendukung keselamatan Anda dan keselamatan pengguna jalan yang lain. Jika Anda sedang menunggu telepon penting dan berdering saat sedang menyetir kendaraan, pinggirkan kendaraan terlebih dahulu, baru angkat telepon.

adapun selain dari etika menggunakan gadget ada juga dampak positif dan negatif nya.

dampak negatif penggunaan gadget:
1. Hindari membahas hal sensitif di publik
Saat ada di ruang tunggu bandara, kafe, atau halte, serta tempat publik lain, usahakan tidak membahas hal pribadi Anda di ponsel, terlebih lagi dengan suara keras. Tak seorang pun ingin tahu tentang keadaan rumah tangga, masalah Anda dengan bos, atau kencan Anda yang gagal. Topik sejenis itu sebaiknya dibahas di tempat sepi.
2. Jangan asyik menelepon di acara sosial
Sedang diundang makan bersama keluarga, teman, atau rekan bisnis? Akan menyebalkan jika Anda justru sibuk ngobrol di telepon. Walaupun teman atau lingkungan yang bikin acara kurang akrab dengan Anda, cobalah hormati mereka dengan tidak sibuk sendiri dengan ponsel.
3. Hindari tinggalkan pesan
Saat ini tidak setiap orang suka pesan suara. Jika tak bisa menghubungi seseorang, lebih baik kirim SMS, dengan demikian ia bisa tahu dan menghubungi Anda kembali. Pesan suara akan mengganggu jika penerima sedang berada di keramaian, dan tidak efektif.
dampak positif penggunaan gadget:
  1. Mempermudah komunikasi. Misalnya saja ketika orang tua atau pihak keluarga akan menjemput anak ketika pulang sekolah/selesai melakukan kegiatan diluar rumah.
  2. Menambah pengetahuan tentang perkembangan teknologi. Karena bagaimanapun teknologi ini hari ini sudah merambah hingga kepelososk-pelosok desa.
  3. Memperluas jaringan persahabatan.
contoh kasus:

Penyalahgunaan Teknologi Gadget di Kalangan Remaja Mengkhawatirkan

Penyalahgunaan teknologi gadget di kalangan remaja di Indonesia sudah cukup mengkawatirkan. Akibatnya berbagai kasus pelecehan hingga tindak kriminalitas kerap terjadi karena pemanfaatan gadget yang tidak sebagaimana mestinya.
"Pengguna gadger di Indonesia semakin banyak penggunaan yang salah dibandingkan negara lain memang terbilang masih bisa ditangani,"
pengguna gedget khusunya smartphone harus memiliki kadaran bukan hanya memiliki gadgetnya tapi punya rasa tanggungjawab dalam menggunakannya. Oleh karena itu,dibutuhkan pendidikan dan pendampingan bagi remaja pengguna smartphone.
"Penggunanya dibatasi kepada semua pihak yg tau untuk apa dan batasan untuk apa dan saat melibatkan banyak pihak. Orangtua harus tahu dampak positif dan mendampingi anak-anaknya," Menurutnya hal-hal positif dan negatif dimulai dari rasa ingin tahu anak. Jika tidak didampingi maka dapat salah jalan. Peran sekolah bisa membantu siswa untuk menjadikan gadget sebagai sarana belajar mengajar. Pendidikan tidak hanya di sekolah tapi melalui gadget itu bisa digunakan.
sumber:
http://ictwatch.com/internetsehat/2012/08/06/5-hal-buruk-saat-berponsel/
http://www.pikiran-rakyat.com/node/243834

Selasa, 03 Juni 2014

KODE ETIK PROFESI IT INFORMASI


              Dalam pergaulan hidup bermasyarakat, bernegara hingga pergaulan hidup tingkat 
internasional di perlukan suatu system yang mengatur bagaimana seharusnya manusia 
bergaul. Sistem pengaturan pergaulan tersebut menjadi saling menghormati dan 
dikenal dengan sebutan sopan santun, tata krama, protokoler dan lain-lain. 
Maksud pedoman pergaulan tidak lain untuk menjaga kepentingan masing-masing 
yang terlibat agara mereka senang, tenang, tentram, terlindung tanpa merugikan 
kepentingannya serta terjamin agar perbuatannya yang tengah dijalankan sesuai 
dengan adat kebiasaan yang berlaku dan tidak bertentangan dengan hak-hak asasi 
umumnya. Hal itulah yang mendasari tumbuh kembangnya etika di masyarakat kita. 
Menurut para ahli maka etika tidak lain adalah aturan prilaku, adat kebiasaan manusia 
dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang 
buruk.Pada jaman sekarang Teknologi, Informasi dan Komunikasi bisa menjadi pilar-pilar pembangunan nasional yang bisa mengadaptasi di setiap permasalahan bangsa sebagai contoh menyerap tenaga kerja baru, mencerdaskan kehidupan bangsa dan sebagai alat pemersatu bangsa. Dalam mengaplikasikan ilmunya ataut menjalankan profesi IT bukan mudah dan bukan tidak sukar, yang terpenting adalah kita mampu menempatkan diri pada posisis yang benar. Profesi IT dianggap orang lain adalah profesi khusus karena keahlian yang ia miliki maka dari itu kita bisa menentukan tapi dengan ikatan yang jelas.  Profesi IT juga bisa dianggap sebagai 2 mata pisau, bagaimana yang tajam bisa menjadikan IT lebih berguna untuk kemaslahatan umat dan mata lainya bisa menjadikan IT ini menjadi bencana sosial, bencana ekonomi maupun krisis kebudayaan yang saat ini sering terjadi yaitu Pembuatan website porno, seorang hacker melakukan pengacakan rekening sebuah bank dan melakukan kebohongan dengan content-content tertentu, dan lain-lain. Kita juga harus bisa menyikapi dengan keadaan teknologi, informasi dan komunikasi saat ini dengan arus besar data yang bisa kita dapat dengan hitungan per detik ataupun dengan kesederhanaan teknologi kita bisa melakukan pekerjaan kita menjadi praktis, tapi kita harus melakukan pembenahan terhadap teknologi sebagai inovasi untuk meringankan maupun memberantas resiko kejamnya teknologi itu sendiri. Dengan membangun semangat kemoralan dan sadar akan etika sebagai orang yang ahli di bidang IT . Tentu saja diharapkan etika profesi semakin dijunjung ketika jenjang pendidikan kita berlatar IT makin tinggi. Sedangkan keahlian dilapangan meningkat seiring banyaknya latihan dan pengalaman. Pada kesempatan saat ini, bagaimana kita bisa menegakan etika profesi seorang teknokrat(sebutan bagi orang yang bekerja di bidang IT) dan bagaimana kita bisa menjadi seorang teknokrat yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Kita harus bisa memberikan inovasi-inovasi pemikiran, gagasan produktif dan aksi nyata untuk perkembangan IT kedepan . Bukan tak mungkin IT akan menjadi hal yang sistematis dalam perkembanagan bangsa kedepan dalam memajukan kegidupan berbangsa maupun bernegara.


Adapun beberapa kode etik di bidang IT ini diantaranya:
1. Kode Etik Seorang Profesional Teknologi Informasi (TI)
               Dalam lingkup TI, kode etik profesinya memuat kajian ilmiah mengenai prinsip atau norma-norma dalam kaitan dengan hubungan antara professional atau developer TI dengan klien, antara para professional sendiri, antara organisasi profesi serta organisasi profesi dengan pemerintah. Salah satu bentuk hubungan seorang profesional dengan klien (pengguna jasa) misalnya pembuatan sebuah program aplikasi. Seorang profesional tidak dapat membuat program semaunya, ada beberapa hal yang harus ia perhatikan seperti untuk apa program tersebut nantinya digunakan oleh kliennya atau user dapat menjamin keamanan (security) sistem kerja program aplikasi tersebut dari pihak-pihak yang dapat mengacaukan sistem kerjanya (misalnya: hacker, cracker, dll).

 2. Kode Etik Pengguna Internet
Adapun kode etik yang diharapkan bagi para pengguna internet adalah:
  • Menghindari dan tidak mempublikasi informasi yang secara langsung berkaitan dengan masalah pornografi dan nudisme dalam segala bentuk.
  • Menghindari dan tidak mempublikasi informasi yang memiliki tendensi menyinggung secara langsung dan negatif masalah suku, agama dan ras (SARA), termasuk didalamnya usaha penghinaan, pelecehan, pendiskreditan, penyiksaan serta segala bentuk pelanggaran hak atas perseorangan, kelompok/ lembaga/ institusi lain.
  • Menghindari dan tidak mempublikasikan informasi yang berisi instruksi untuk melakukan perbuatan melawan hukum (illegal) positif di Indonesia dan ketentuan internasional umumnya.
  • Tidak menampilkan segala bentuk eksploitasi terhadap anak-anak dibawah umur.
  • Tidak mempergunakan, mempublikasikan dan atau saling bertukar materi dan informasi yang memiliki korelasi terhadap kegiatan pirating, hacking dan cracking.
Ada juga beberapa kejahatan yang dapat dilakukan oleh para profesi IT informasi:
  • Netiket, Netiket merupakan aspek penting dalam perkembangan teknologi komputer. Internet merupakan sebuah jaringan yang menghubungkan komputer di dunia sehingga komputer dapat mengakses satu sama lain. Internet menjadi peluang baru dalam perkembangan Bisnis, Pendidikan, Kesehatan, layanan pemerintah dan bidang-bidang lainnya. Melalui internet, interaksi manusia dapat dilakukan tanpa harus bertatap muka. Tingginya tingkat pemakaian internet di dunia melahirkan sebuah aturan baru di bidang internet yaitu netiket. Netiket merupakan sebuah etika acuan dalam berkomunikasi menggunakan internet. Standar netiket ditetapkan oleh IETF (The Internet Engineering Task Force), sebuah komunitas internasional yang terdiri dari operator, perancang jaringan dan peneliti yang terkait dengan pengoperasian internet.

Kamis, 01 Mei 2014

Pembahasan UU RI No 36 pasal 5 ayat 1 tahun 1999

           kali ini saya akan membahas tentang undang - undang telekomunikasi. saya akan membahas mengenai pasal 5 ayat 1 tahun 1999 yang bunyinya sebagai berikut :

"(1) Dalam rangka pelaksanaan pembinaan telekomunikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 
4, Pemerintah melibatkan peran serta masyarakat."

                  pasal 5 ini masih ada hubungannya dengan pasal sebelumnya yaitu pasal 4 yang dimana pada pasal ini dibuat bertujuan untuk masyarakat ikut berperan dalam telekomunikasi secara luas. dan juga masyarakat ikut dalam pelaksanaan pembinaan telekomunikasi yang diselenggaakan oleh pemerintah.